Jambi,promedianusantara.com – Di tengah denyut operasi hulu migas yang kian berdetak, Pertamina EP (PEP) Jambi sebagai bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 mengedepankan komitmen keselamatan sebagai prioritas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pengamanan Jalur Pipa dan Fasilitas Produksi yang telah berlangsung di Kantor Camat Bajubang, Kabupaten Batang Hari (21/04).

Lebih dari 40 warga dari Desa Panerokan, Desa Ladang Peris, Desa Pompa Air, hingga Kelurahan Bajubang dilibatkan dalam kegiatan ini sebagai kelompok yang berada di garis depan dalam menghadapi potensi kebakaran skala rumah tangga. Kegiatan ini tak hanya berbagi informasi, melainkan juga memperkuat peran masyarakat sebagai lapisan pertama dalam sistem perlindungan keselamatan.

Field Manager PEP Jambi Kurniawan Triyo Widodo, menegaskan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang harus dibangun dari tingkat paling dekat dengan risiko. “Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu, tapi juga memiliki kesiapan. Dalam artian siap mencegah dan siap merespons, karena ketangkasan dan ketepatan langkah dalam situasi darurat sangat menentukan dampak yang dirasakan,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.

Tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) PEP Jambi membawa peserta lebih dekat pada realitas lapangan. Mulai dari menjelaskan sistem tanggap darurat, prosedur penanganan kebocoran pipa, hingga klasifikasi kebakaran dijelaskan secara komprehensif. Pembekalan ini menjadi hal yang krusial, sebagai bagian dari upaya membangun kewaspadaan di tengah dinamika aktivitas masyarakat di sekitar wilayah kerja.

Selanjutnya, personel Damkar Kabupaten Batang Hari Ridwansyah menguatkan materi mengenai langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Ridwansyah mengulas berbagai potensi pemicu kebakaran mulai dari kebocoran tabung gas, pembakaran sampah, penumpukan bahan rentan terbakar, hingga praktik penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai standar.

Ia juga menekankan pentingnya mengetahui tanda-tanda awal terjadinya kebakaran untuk mengambil langkah cepat yang dapat dilakukan sebelum situasi berkembang menjadi lebih besar. “Banyak kejadian yang bermula dari aktivitas sehari-hari yang sering diabaikan, maka dari itu kita perlu lebih peka terhadap keadaan. Ketika muncul tanda bahaya, sebaiknya lakukan penanganan awal dan segera meminta bantuan agar api tidak berkobar lebih besar,” ungkap Ridwansyah.

Camat Bajubang Dahlan Suntana, menilai langkah ini sebagai bentuk nyata kehadiran perusahaan di tengah masyarakat. Ia berharap pembekalan yang diberikan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi menjadi kesadaran kolektif yang hidup di lingkungan warga.

“Kami sangat mengapresiasi langkah PEP Jambi yang telah menghadirkan edukasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, masyarakat semakin siap dan sigap dalam mencegah maupun menghadapi potensi kebakaran,” ujar Dahlan.

Dalam simulasi yang dipandu tim Damkar, peserta juga mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru melalui praktik simulasi cara memadamkan api menggunakan APAR dan menggunakan kain basah. Melalui kegiatan ini tidak hanya sekadar belajar, namun juga menyadari bahwa keterampilan ini bisa menjadi penentu keselamatan.