Sabrina Carpenter hingga Kendall Jenner, Semua Lagi Suka Tren Watercolor Blush!
Promedianusantara.com – Pipi merona lembut dengan gradasi warna yang halus kini tengah mencuri perhatian dunia kecantikan. Tren ini dikenal sebagai watercolor blush, sebuah teknik riasan pipi yang memberikan efek seperti sapuan cat air di atas kanvas. Hasilnya, tampilan wajah segar tanpa garis tegas yang terlihat.
Makeup artist ternama, Carolina Gonzalez menggambarkan tren ini sebagai “selimut warna tipis di pipi” yang menyatu sempurna dengan kulit.
Terinspirasi dari karya ilustrator Alberto Vargas, Carolina kerap menciptakan tampilan ini untuk selebritas seperti Sabrina Carpenter dan Gigi Hadid. Bahkan, nama-nama besar seperti Kendall Jenner, Simone Ashley, Dua Lipa, hingga Lily-Rose Depp ikut mempopulerkannya.
“Perbedaan watercolor blush dengan blush biasa terletak pada hasil akhirnya. Jika riasan matte cenderung tegas, teknik ini memberikan efek transparan dan bertahap,” ungkap Carolina sebagaimana dilansir dari Vogue pada Minggu, 10 Agustus 2025.
Makeup artist kenamaan lainnya, Kasey Spickard menyebut tren ini sebagai bagian dari pergeseran tren kecantikan ke arah tampilan kulit sehat dan alami.
“Tren ini sangat dreamy, menonjolkan sapuan warna lembut di pipi,” ujar Spickard dalam artikel yang sama.
Menurut Spickard, tren ini juga menjadi reaksi balik dari gaya makeup tebal era tahun 2010.
Produk yang mendukung tren ini semakin beragam di tahun 2025. Dari balm semi-transparan, krim mudah dibaurkan, hingga watery tint ringan, semuanya mampu menciptakan efek painterly yang diinginkan. Namun, kuncinya bukan hanya pada produk, tetapi juga teknik pengaplikasiannya.
Lantas, bagaimana cara pengaplikasian watercolor blush yang lagi tren di dunia kecantikan hari ini? Berikut sejumlah tips di antaranya:
Tips versi Carolina
Carolina memberi tips untuk pemula, yakni jika menggunakan liquid blush di kulit tanpa alas bedak, maka cukup totol sedikit di tiap pipi dengan jari, lalu baurkan keluar perlahan. Pastikan tepi warna memudar halus, tanpa batas tegas.
Bagi pecinta riasan penuh, Carolina menyarankan mengaplikasikan blush di posisi biasa terlebih dahulu, lalu “buff, buff, buff” menggunakan kuas.
Triknya, gunakan setetes kecil concealer di punggung tangan, celupkan kuas, lalu baurkan di tepi blush untuk menciptakan efek feathered edges.
Jika sudah menggunakan foundation, sisa produk di kuas complexion juga bisa dipakai untuk melembutkan tepi blush. Menurut Carolina, teknik ini bisa digunakan dengan semua jenis blush, termasuk bubuk.
“Ketika waktu terbatas, tetap andalkan metode ini dengan blush bubuk favorit. Hasilnya tetap terlihat romantis dan alami, tanpa kesan berlebihan,” terangnya.
Pendekatan Berbeda ala Spickard
Spickard punya pendekatan berbeda. Ia mengikuti prinsip pelukis cat air, yakni mulai dari warna terang, baru bertahap ke warna lebih dalam.
“Saya mulai dengan sapuan tipis warna muda di pipi, naik ke tulang pipi, dan sedikit di hidung,” jelasnya.
Setelah itu, ia menggunakan kuas padat untuk menepuk produk, lalu membaurkannya dengan beauty blender yang lembap agar hasilnya lebih halus.
Begitu dasar warna sudah rapi, Spickard menambahkan warna lebih pekat di bagian apel pipi untuk memberi dimensi.
Teknik berlapis ini membuat warna tampak alami sekaligus tahan lama. Perpaduan antara gradasi halus dan penempatan warna yang strategis menciptakan tampilan segar, seperti rona alami dari dalam kulit.
Hingga hari ini, watercolor blush membuktikan riasan tak harus tebal untuk tampil memukau. Justru, kelembutan warna yang samar justru meninggalkan kesan maksimal.
