Sekolah Gratis dari Hasil Kebun: Gubernur Al Haris Apresiasi Kemandirian SMK PP 3 Kerinci
Kerinci,promedianusantara.com – Kunjungan Gubernur Jambi, Al Haris, ke SMK PP Negeri 3 Kerinci pada Sabtu (7/3/2026) menghadirkan kesan mendalam. Didampingi Bupati Kerinci Monadi, Wakil Bupati Morison, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan M. Umar MY, rombongan disambut hangat oleh pihak sekolah dan jajaran tenaga pendidik.
Dalam peninjauan tersebut, Al Haris dibuat takjub dengan sistem pengelolaan sekolah yang dinilai berbeda dari kebanyakan lembaga pendidikan lainnya. SMK PP 3 Kerinci dinilai telah berhasil membangun kemandirian melalui berbagai unit usaha produktif yang dikelola langsung oleh sekolah.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengelolaan kebun jagung seluas kurang lebih 10 hektare. Lahan tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana praktik siswa, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan yang menopang kebutuhan operasional sekolah.
“Ini luar biasa. Sekolah ini sudah tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan luar. Mereka punya usaha sendiri dan hasilnya nyata,” ungkap Al Haris.
Lebih jauh, ia mengapresiasi kebijakan sekolah yang menggratiskan seluruh kebutuhan siswa. Mulai dari biaya pendidikan, seragam, hingga tidak adanya pungutan lain. Bahkan, peserta didik juga mendapatkan uang saku dari hasil usaha tersebut.
Dengan jumlah sekitar 209 siswa, seluruhnya menikmati fasilitas pendidikan tanpa biaya. Kondisi ini dinilai sebagai terobosan besar dalam dunia pendidikan, khususnya di daerah.
Tidak hanya soal kemandirian finansial, konsep pembelajaran di SMK PP 3 Kerinci juga mendapat pujian. Para siswa dibekali keterampilan langsung di bidang pertanian, mulai dari pengolahan lahan, pemupukan, hingga produksi hasil tani.
Menurut Al Haris, pendekatan seperti ini mampu menciptakan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki kemampuan berwirausaha sejak dini.
“Mereka sudah terbiasa turun ke lapangan. Setelah lulus, punya bekal kuat untuk mandiri atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia pun berharap pola pendidikan berbasis praktik dan kemandirian ini dapat direplikasi oleh sekolah lain di Provinsi Jambi.
Di sisi lain, pemerintah provinsi juga berencana mengusulkan lahan di sekitar sekolah untuk program Sekolah Rakyat ke pemerintah pusat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Kita ingin ini berkembang lebih besar lagi. Nanti akan kita ajukan ke pusat sebagai bagian dari program strategis pendidikan,” tutupnya.
