JAMBI, promedianusantara.com – Proses pemulihan layanan perbankan di Bank Jambi terus menunjukkan perkembangan positif setelah sempat terganggu beberapa waktu lalu. Kini, fokus utama diarahkan pada percepatan distribusi kartu ATM bagi nasabah, terutama usai lonjakan kebutuhan saat Ramadan dan Idulfitri.

Direktur Operasional Bank Jambi, Zulfikar, mengungkapkan bahwa permintaan kartu ATM meningkat tajam menjelang bulan puasa. Kondisi tersebut sempat membuat pasokan dari vendor tersendat, karena pengiriman tidak bisa dilakukan sekaligus.

“Sekarang sudah hampir 60 ribu kartu yang tersedia dari total kebutuhan sekitar 100 ribu. Pengiriman memang bertahap, tapi stok terus bertambah,” ujarnya.

Kendala distribusi sebelumnya dipicu oleh keterbatasan produksi dari pihak penyedia di Surabaya. Namun, pasca-Lebaran, suplai mulai kembali normal sehingga proses distribusi kini berjalan lebih lancar.

Meski begitu, masih ada sekitar 40 ribu kartu yang dalam proses pemenuhan. Bank menargetkan pengiriman berlangsung secara berkala, dengan rata-rata 5 ribu kartu per minggu hingga seluruh kebutuhan terpenuhi.

Di tengah upaya pemulihan, Bank Jambi juga menyoroti aspek keamanan sistem. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari vendor terkait celah keamanan yang diabaikan oleh pihak bank. Sistem yang digunakan disebut telah memenuhi standar keamanan dan terintegrasi dengan baik.

Sementara itu, audit forensik masih berjalan untuk mengungkap penyebab gangguan, termasuk kemungkinan adanya unsur kecurangan. “Kita tunggu hasil audit. Kalau ditemukan pelanggaran, tentu akan ditindak sesuai hukum,” tegas Zulfikar.

Kondisi di lapangan juga mulai membaik. Antrean panjang di mesin ATM yang sebelumnya sempat terjadi kini berangsur berkurang. Bank memastikan dana nasabah tetap aman dan seluruh aktivitas perbankan, baik penghimpunan maupun penyaluran dana, berjalan normal.

Menanggapi isu yang sempat beredar terkait kondisi keuangan, Bank Jambi menegaskan bahwa situasi keuangan mereka tetap sehat. Rasio likuiditas dan permodalan dinilai kuat, sehingga kabar mengenai potensi kebangkrutan dipastikan tidak benar.

Untuk menutup kerugian yang timbul akibat gangguan tersebut, bank akan menggunakan dana cadangan internal tanpa melibatkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dengan berbagai langkah yang dilakukan, Bank Jambi optimistis pemulihan layanan, termasuk penggantian kartu ATM dan peningkatan sistem keamanan, dapat segera rampung dalam waktu dekat.