Bentengi Pelajar dari IRET, Disdik Jambi Gandeng Densus 88 Turun ke Sekolah
JAMBI, promedianusantara.com – Upaya mencegah masuknya paham berbahaya di kalangan generasi muda terus diperkuat. Dinas Pendidikan Provinsi Jambi berkolaborasi dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggelar sosialisasi penolakan terhadap IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme) di SMA dan SMK Yadika Kota Jambi, Senin (13/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun kesadaran pelajar agar tidak mudah terpapar ideologi yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
Narasumber dari Densus 88 AT, Sudiro, menegaskan bahwa ancaman penyebaran paham IRET tidak mengenal batas usia maupun latar belakang. Pelajar, menurutnya, menjadi salah satu kelompok yang rentan jika tidak dibekali pemahaman yang kuat.
“Siapa pun bisa menjadi target, termasuk pelajar. Karena itu penting bagi siswa untuk memiliki pemahaman yang benar agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau informasi yang menyesatkan,” jelasnya di hadapan para peserta.
Ia juga menyoroti pentingnya peran sekolah sebagai garda terdepan dalam membangun karakter dan daya tangkal siswa. Lingkungan pendidikan yang sehat dan menjunjung tinggi nilai toleransi diyakini mampu menjadi benteng kuat dari pengaruh negatif tersebut.
“Sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan sarat nilai kebhinekaan. Jika lingkungan ini terjaga, maka paham-paham menyimpang akan sulit berkembang,” tambahnya.
Sementara itu, Kasi GTK Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Domrah, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen terus mendorong penguatan karakter siswa melalui berbagai program edukatif.
Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan bagian dari upaya jangka panjang dalam membentuk generasi yang memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh.
“Kami ingin siswa tidak hanya tahu, tetapi juga memahami dan mampu menyaring informasi dengan baik. Harapannya, mereka bisa menjadi agen perubahan yang membawa pengaruh positif di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan semakin waspada, kritis, dan memiliki ketahanan diri terhadap berbagai bentuk penyebaran paham IRET, baik secara langsung maupun melalui media digital.
