JAMBI, pro media Nusantara.com – Sorotan publik terhadap kualitas pembiayaan perbankan daerah belakangan ini dinilai perlu dipahami secara objektif dan tidak hanya berfokus pada angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) semata. Dalam industri perbankan, dinamika pembiayaan disebut merupakan bagian dari risiko bisnis yang melekat, terutama pada sektor produktif dan pembiayaan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan pengamat perbankan, Laila Farhat, Senin (25/5/2026). Menurutnya, langkah penguatan sistem pengawasan kredit yang dilakukan Bank Jambi sejauh ini menunjukkan arah yang positif dan terus berkembang mengikuti standar tata kelola perbankan modern.

Ia menilai, kualitas aset sebuah bank tidak dapat dipisahkan dari berbagai faktor eksternal, mulai dari perlambatan ekonomi, kemampuan usaha debitur, hingga kondisi sektor riil yang menjadi basis utama pembiayaan bank pembangunan daerah.

“Karakter bank daerah memang berbeda dengan bank komersial pada umumnya. Porsi pembiayaan banyak diarahkan ke sektor produktif dan UMKM yang secara bisnis memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibanding pembiayaan konsumtif. Karena itu, fokus utamanya adalah bagaimana penguatan mitigasi risiko dan sistem recovery kredit terus dijalankan,” ujar Laila Farhat.

Menurutnya, indikator kesehatan bank sejatinya tidak hanya diukur dari keberadaan kredit bermasalah, melainkan juga dari kemampuan manajemen menjaga kualitas aset, kecukupan pencadangan melalui CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai), stabilitas likuiditas, hingga kekuatan modal sesuai regulasi otoritas perbankan.

Laila juga menilai langkah evaluasi debitur, monitoring pembiayaan, serta pembenahan pengawasan internal yang dilakukan Bank Jambi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kredit agar tetap sehat dan terkendali di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.

“Dalam dunia perbankan, ekspansi pembiayaan tentu selalu memiliki risiko. Tidak realistis jika pertumbuhan kredit besar tanpa tantangan. Yang utama adalah bagaimana kontrol risiko berjalan efektif, sistem pemulihan kredit diperkuat, dan prinsip prudential banking tetap dijaga,” katanya.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat dan pelaku usaha daerah, Bank Jambi dinilai tetap memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Keberadaan bank pembangunan daerah juga dianggap penting sebagai motor penggerak sektor UMKM dan pembangunan daerah yang berdampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Penguatan tata kelola, sistem pengawasan internal, serta manajemen risiko yang adaptif disebut menjadi kunci utama agar perbankan daerah tetap mampu tumbuh sehat, kompetitif, dan dipercaya masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.