JAMBI, promedia nusantara.com – Transformasi pengelolaan sampah yang dilakukan Pemerintah Kota Jambi melalui Program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) terus menuai apresiasi dari masyarakat. Program yang menghadirkan sistem pengangkutan sampah langsung dari rumah ke rumah menggunakan armada kendaraan roda tiga (bentor) ini dinilai menjadi solusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata.

Dukungan penuh terhadap program tersebut disampaikan oleh Ketua RT 07 Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, Khoiron Fauzi, S.Kom.I. Menurutnya, OPBM merupakan salah satu terobosan terbaik yang dilakukan Pemerintah Kota Jambi dalam menjawab persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di berbagai kawasan permukiman.

Khoiron Fauzi mengatakan, sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diterapkan saat ini jauh lebih efektif dibandingkan pola sebelumnya. Dengan adanya petugas yang melakukan penjemputan sampah langsung ke rumah-rumah warga, masyarakat tidak lagi kesulitan membuang sampah, sementara lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman.

“Sebagai Ketua RT dan bagian dari masyarakat, saya sangat mendukung Program OPBM yang dijalankan Pemerintah Kota Jambi. Program ini merupakan langkah maju dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan. Kehadiran OPBM memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Khoiron Fauzi.

Ia menjelaskan, sebelum adanya sistem baru tersebut, masih ditemukan sejumlah titik yang sering dijadikan lokasi pembuangan sampah sembarangan. Kondisi itu tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan. Namun kini, dengan pengangkutan sampah yang lebih teratur, perlahan-lahan kondisi tersebut mulai berubah.

Menurutnya, kebijakan Pemerintah Kota Jambi yang menghapus Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar merupakan langkah berani yang patut diapresiasi. Selain membuat kawasan permukiman lebih tertata, kebijakan itu juga mendorong masyarakat untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Kalau sampah tidak lagi menumpuk di pinggir jalan atau di TPS liar, tentu lingkungan menjadi lebih indah. Masyarakat juga merasa lebih nyaman. Ini adalah perubahan yang sangat positif bagi wajah Kota Jambi ke depan,” katanya.

Khoiron menilai keberhasilan Program OPBM tidak hanya diukur dari jumlah sampah yang berhasil diangkut setiap hari, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, ia terus mengajak seluruh warga RT 07 Kelurahan Bakung Jaya untuk aktif mendukung program tersebut dengan membuang sampah sesuai jadwal yang telah ditentukan serta menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.

Sebagai pemimpin lingkungan masyarakat, ia juga berupaya memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan menciptakan kualitas hidup yang lebih baik, mengurangi risiko penyakit, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh warga.

“Kebersihan bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan semata, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Jika setiap warga memiliki kesadaran yang sama, maka tidak sulit bagi kita untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Khoiron Fauzi menyebut bahwa Program OPBM juga memiliki dampak sosial yang positif karena melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengelolaan lingkungan. Kehadiran operator pengumpul sampah berbasis masyarakat tidak hanya meningkatkan pelayanan kebersihan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan dan ditingkatkan kualitas pelayanannya sehingga mampu menjangkau seluruh wilayah Kota Jambi secara maksimal. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, ia optimistis Kota Jambi dapat menjadi salah satu kota dengan tata kelola kebersihan terbaik di Indonesia.

“Dengan semangat kebersamaan, saya yakin Kota Jambi akan menjadi kota yang semakin maju, bersih, dan nyaman untuk ditinggali. Program OPBM adalah bukti nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah dan lingkungan tempat kita tinggal,” ujarnya.

Khoiron juga mengajak generasi muda untuk ikut mengambil peran dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kesadaran mencintai lingkungan harus ditanamkan sejak dini agar menjadi budaya yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Program OPBM sendiri merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam membangun tata kelola persampahan yang lebih baik, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang sehat dan berkelanjutan. Melalui sistem jemput sampah dari rumah ke rumah, pemerintah berharap tidak ada lagi sampah yang menumpuk di ruang publik maupun TPS liar yang selama ini menjadi sumber berbagai persoalan lingkungan.

Dengan dukungan dari para ketua RT, tokoh masyarakat, dan seluruh warga, Program OPBM diyakini akan menjadi motor penggerak perubahan budaya hidup bersih di tengah masyarakat. Semangat menjaga lingkungan yang terus tumbuh diharapkan mampu mewujudkan cita-cita bersama menjadikan Kota Jambi sebagai kota yang bersih, rapi, sehat, indah, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

“Kota Jambi Bersih, Kota Jambi Rapi. Karena kebersihan sebagian dari iman, dan lingkungan yang bersih adalah warisan terbaik untuk generasi masa depan.”