JAMBI,promedianusantara.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) tahun 2026, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Jambi memilih cara yang penuh makna. Bukan sekadar perayaan, jajaran pengurus PAN Jambi melakukan ziarah ke makam pahlawan serta sejumlah tokoh yang memiliki jasa dalam perjalanan PAN di Provinsi Jambi.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu (22/8/2026) tersebut dipimpin langsung Ketua DPW PAN Provinsi Jambi yang juga Gubernur Jambi, Al Haris. Sejumlah pengurus DPW PAN Jambi turut mengikuti rangkaian ziarah sebagai bentuk penghormatan sekaligus refleksi atas perjuangan para pendahulu.

Sekretaris DPW PAN Provinsi Jambi, Madian Siswadi, mengatakan ziarah menjadi momentum penting bagi seluruh kader untuk kembali mengingat jasa para pahlawan dan tokoh yang telah memberikan kontribusi bagi perjalanan PAN di Jambi.

“Momentum HUT PAN ke-28 tahun 2026, DPW PAN Jambi tidak lupa akan jasa-jasa perjuangan para pahlawan dan pejuang pendiri PAN,” kata Madian.

Rangkaian kegiatan diawali dengan mengunjungi Makam Pahlawan. Di lokasi tersebut, rombongan PAN Jambi memberikan penghormatan kepada para pejuang bangsa yang telah mengorbankan tenaga, pikiran bahkan jiwa dan raga demi Indonesia.

Suasana penuh khidmat kemudian berlanjut ketika rombongan menyambangi makam sejumlah tokoh yang memiliki catatan penting dalam perjalanan Jambi.

Rombongan melanjutkan ziarah ke makam mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin di kawasan Sukorejo. Setelah itu, ziarah dilanjutkan ke makam Haji Bakri serta makam Syar’i A Roni, salah satu tokoh yang dikenal sebagai inisiator PAN di Jambi.

Bagi PAN Jambi, ziarah tersebut bukan sekadar agenda seremonial dalam rangka memperingati hari ulang tahun partai. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk melakukan refleksi sekaligus mengingat kembali akar perjuangan yang telah dibangun para pendahulu.

Madian menegaskan, memasuki usia ke-28, PAN harus mampu menjaga semangat perjuangan yang diwariskan para pendiri dan tokoh terdahulu. Nilai perjuangan tersebut, kata dia, harus diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata dan keberadaan partai di tengah masyarakat.

“Selalu mengingatkan kepada seluruh kader dan simpatisan untuk selalu mengisi perjuangan para inisiator PAN, untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Madian, perjalanan PAN tidak boleh hanya dimaknai sebagai perjalanan politik. Partai harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Karena itu, kader dan simpatisan PAN di Jambi didorong untuk terus membangun kepedulian, mendengar aspirasi masyarakat serta menghadirkan manfaat melalui berbagai kerja nyata.

“PAN harus peduli dengan masyarakat,” tegas Madian.

Pesan tersebut menjadi semakin penting di tengah perjalanan PAN yang telah memasuki usia 28 tahun. Bagi PAN Jambi, semakin bertambahnya usia bukan hanya tentang bertambahnya perjalanan sejarah, tetapi juga semakin besarnya tanggung jawab untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat.

Ziarah ke makam para pahlawan dan tokoh PAN menjadi simbol bahwa perjalanan politik harus tetap memiliki akar sejarah. Para kader diingatkan bahwa perjuangan yang telah dimulai oleh generasi sebelumnya harus diteruskan dengan semangat pengabdian.

Dari makam para pahlawan, PAN Jambi kembali meneguhkan pesan bahwa politik bukan semata soal kekuasaan, melainkan tentang perjuangan, pengabdian dan keberpihakan kepada masyarakat.

Memasuki usia ke-28, PAN Jambi pun menegaskan komitmennya untuk terus merawat semangat para pendahulu, menjaga persatuan serta hadir bersama masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Provinsi Jambi.

Ziarah tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar rangkaian peringatan HUT. Ia menjadi napak tilas perjuangan—menghormati masa lalu, menjalani pengabdian hari ini, dan menatap masa depan PAN dengan semangat yang lebih kuat. (*)