KUALA TUNGKAL, promedianusantara.com – Persoalan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) mulai mendapat sorotan dari kalangan insan olahraga. Salah satunya datang dari Ketua ISSI/ICF Tanjab Barat, Adv. H. Hevvy Zainsyah, yang menyampaikan keberatan jika dana hibah olahraga justru lebih banyak dinikmati atau diarahkan kepada cabang olahraga (cabor) tertentu.

Menurut Hevvy, dana hibah yang bersumber dari pemerintah semestinya dikelola dengan prinsip keadilan, transparansi dan pemerataan, sehingga seluruh cabor yang berada di bawah pembinaan KONI mendapatkan kesempatan yang proporsional untuk berkembang.

“Kami tidak mempersoalkan adanya dukungan terhadap cabor tertentu. Tetapi pembinaan olahraga harus dilakukan secara merata. Jangan sampai ada kesan hanya cabor tertentu yang mendapatkan perhatian lebih, sementara cabor lainnya justru kesulitan mendapatkan dukungan,” tegas Hevvy.

Sorotan tersebut dinilai semakin relevan mengingat Tanjab Barat dipersiapkan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi. Status sebagai tuan rumah tentunya membutuhkan kesiapan tidak hanya dari sisi venue dan infrastruktur, tetapi juga kesiapan atlet, pelatih, official serta pembinaan masing-masing cabor.

Hevvy menilai, momentum Porprov seharusnya menjadi kesempatan bagi Tanjab Barat untuk memperkuat seluruh cabang olahraga, bukan hanya beberapa cabor yang dianggap unggulan.

“Kalau kita menjadi tuan rumah Porprov, semua cabor harus dipersiapkan. Atlet-atlet kita membutuhkan pembinaan, latihan, perlengkapan dan dukungan anggaran. Jangan sampai ketika Porprov sudah dekat, baru kita sibuk mencari solusi,” ujarnya.

Jangan Ada Cabor yang Merasa Dianaktirikan

Menurutnya, pemerataan anggaran bukan berarti seluruh cabor harus mendapatkan nominal yang sama. Namun, pengalokasian harus didasarkan pada kebutuhan, program pembinaan, jumlah atlet, agenda pertandingan dan target prestasi, serta dilakukan secara terbuka.

Ia berharap KONI Tanjab Barat dapat membuka ruang komunikasi dengan seluruh pengurus cabor sehingga setiap cabang olahraga mengetahui mekanisme dan dasar pengalokasian anggaran.

“Yang kami harapkan adalah transparansi. Kalau memang ada skala prioritas, sampaikan secara terbuka apa kriterianya. Dengan begitu tidak ada lagi cabor yang merasa dianaktirikan,” kata Hevvy.

Ia juga mengingatkan bahwa ISSI/ICF Tanjab Barat merupakan bagian dari ekosistem olahraga daerah yang juga memiliki atlet dan program pembinaan yang harus diperhatikan.

Porprov Harus Jadi Momentum Kebangkitan Olahraga Tanjab Barat

Sebagai tuan rumah, Tanjab Barat dinilai memiliki peluang besar untuk menunjukkan bahwa pembinaan olahraga daerah mampu berjalan secara profesional dan berkelanjutan.

Namun, kesempatan tersebut membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah daerah, KONI dan seluruh pengurus cabor.

Sementara itu, persoalan anggaran sebelumnya juga sempat menjadi salah satu kendala dalam persiapan penyelenggaraan Porprov. Karena itu, menurut Hevvy, pembahasan mengenai dana hibah olahraga harus dilakukan secara serius agar tidak menimbulkan persoalan baru menjelang pelaksanaan event olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

“Jangan sampai kita menjadi tuan rumah, tetapi atlet dan cabor kita sendiri justru tidak maksimal karena persoalan anggaran. Porprov harus menjadi momentum kebangkitan olahraga Tanjab Barat,” pungkasnya.

Sorotan ISSI/ICF ini sekaligus menjadi dorongan agar pengelolaan dana hibah KONI dilakukan secara transparan, akuntabel dan berorientasi pada pemerataan pembinaan, sehingga seluruh cabor memiliki kesempatan yang sama untuk mengukir prestasi dan membawa nama baik Tanjab Barat di ajang Porprov Jambi.