Jambi,promedianusantara.com – Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi Partai NasDem, Izhar Majid, melontarkan kritik tajam terkait persoalan batubara dalam rapat pleno bersama Gubernur Jambi yang digelar baru-baru ini.

Dalam forum resmi tersebut, Izhar Majid yang duduk di Komisi I DPRD Provinsi Jambi menyoroti berbagai dampak negatif dari aktivitas angkutan dan distribusi batubara yang dinilai masih menjadi persoalan serius di Provinsi Jambi. Ia menegaskan bahwa permasalahan ini tidak hanya berdampak pada infrastruktur jalan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Izin usaha dan aktivitas batubara harus diawasi lebih ketat. Jangan sampai kepentingan ekonomi justru mengorbankan keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tegas Izhar dalam rapat pleno tersebut.

Ia juga menyoroti masih lemahnya pengawasan terhadap jalur angkutan batubara yang kerap melintasi jalan umum. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan dan kemacetan yang kerap dikeluhkan masyarakat.

Selain itu, Izhar meminta pemerintah provinsi segera mengambil langkah konkret dan tegas, termasuk mempercepat realisasi jalur khusus angkutan batubara. Ia menilai, tanpa solusi jangka panjang, persoalan ini akan terus berulang dan semakin merugikan daerah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jambi menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik, termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait dan perusahaan tambang agar aktivitas batubara dapat berjalan tanpa mengganggu kepentingan publik.

Rapat pleno tersebut menjadi momentum penting bagi DPRD dan pemerintah daerah untuk menyatukan langkah dalam menyelesaikan persoalan batubara yang hingga kini masih menjadi perhatian utama di Provinsi Jambi.