Lampu Jalan Serap 57% APBN BPTD Jambi 2026 Rp 8,86 Miliar Digelontorkan, Proyek Didominasi Solar Cell
JAMBI,promedianusantara.com – Kegelapan yang selama ini dikeluhkan warga di sejumlah ruas jalan nasional dan titik rawan di Provinsi Jambi akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Tahun anggaran 2026 menjadi momentum besar, di mana sektor penerangan jalan muncul sebagai program unggulan dengan alokasi dana paling dominan di transportasi darat.
Melalui Kementerian Perhubungan, anggaran negara yang dikucurkan lewat Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jambi mencapai Rp 8,86 miliar. Nilai ini mencakup lebih dari setengah total pagu yang dikelola balai tersebut, yakni Rp 15,35 miliar.
Dominasi anggaran ini menunjukkan adanya pergeseran prioritas pemerintah: dari sekadar pembangunan fisik jalan, kini beralih ke aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Fokus Energi Ramah Lingkungan
Pemerintah juga mulai mengarahkan investasi ke teknologi berkelanjutan. Proyek terbesar dialokasikan untuk pengadaan dan pemasangan lampu jalan berbasis tenaga surya (solar cell) dengan nilai Rp 2,4 miliar.
Tak berhenti di situ, paket kombinasi lampu tenaga surya dan rambu lalu lintas juga disiapkan dengan anggaran lebih dari Rp 2 miliar. Secara keseluruhan, investasi untuk sistem penerangan berbasis energi matahari ini menembus angka Rp 4,4 miliar.
Langkah ini dinilai sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional sekaligus mendukung program energi hijau nasional.
Lampu Konvensional Masih Dipertahankan
Meski tren energi terbarukan mulai menguat, pemerintah tidak sepenuhnya meninggalkan sistem lama. Pengadaan lampu jalan berbasis listrik tetap mendapat porsi besar, dengan anggaran mencapai Rp 2,28 miliar.
Selain itu, terdapat pula dua paket bantuan teknis untuk pemerintah daerah, masing-masing mencakup penerangan jalan dan rambu lalu lintas, dengan total nilai lebih dari Rp 2,1 miliar.
Tanpa Tender, Gunakan E-Katalog
Seluruh proyek tersebut dijalankan melalui mekanisme E-Purchasing atau e-katalog. Skema ini memungkinkan proses pengadaan berlangsung lebih cepat dibandingkan tender konvensional.
Namun, di balik kecepatan tersebut, muncul tantangan besar terkait kualitas. Produk yang dibeli melalui katalog digital harus benar-benar memenuhi standar keselamatan dan ketahanan, terutama karena akan digunakan di ruang publik dengan intensitas tinggi.
Tantangan di Lapangan
Proyek lampu tenaga surya bukan tanpa risiko. Di berbagai daerah, fasilitas serupa kerap mengalami kendala, mulai dari pencurian baterai hingga kerusakan komponen akibat minimnya perawatan.
Jika tidak diawasi secara ketat, bukan tidak mungkin investasi miliaran rupiah ini hanya menghasilkan penerangan sementara terang di awal, lalu redup dalam hitungan bulan.
Sorotan Publik Menguat
Dengan nilai anggaran yang menyerap lebih dari 57 persen total dana, proyek ini dipastikan akan menjadi perhatian luas. Masyarakat, LSM, hingga aparat penegak hukum diharapkan ikut mengawal proses pelaksanaannya.
Harapan publik sederhana: uang negara yang digelontorkan tidak berakhir sia-sia. Jalanan yang selama ini gelap harus benar-benar berubah menjadi lebih aman, terang, dan berfungsi dalam jangka panjang bukan sekadar proyek yang cepat selesai, namun cepat pula rusak.
