Lari Pagi Bareng Wamendagri, Kota Jambi Dapat Sinyal Kuat Dukungan Pusat untuk Proyek PSEL Talang Gulo
JAMBI, promedianusantara.com – Fajar baru saja menyingsing di ufuk timur Tanah Pilih Pusako Betuah, namun semangat pembangunan Kota Jambi sudah berlari lebih dahulu. Rabu pagi (15/4), Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memulai kunjungan kerjanya di Kota Jambi dengan cara yang tidak biasa: berlari menyusuri jalanan kota bersama Wali Kota Jambi dan puluhan komunitas pelari.
Mengenakan perlengkapan olahraga lengkap, mantan Wali Kota Bogor itu memulai maraton pagi dari Swiss-Belhotel Jambi menuju kawasan Hello Sapa, destinasi favorit warga yang berada di tepian danau. Suasana penuh semangat dan keakraban terlihat sepanjang perjalanan, mencerminkan sinergi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah.
Namun, lari pagi tersebut bukan sekadar aktivitas olahraga. Di balik langkah-langkah ringan yang menyusuri jalan protokol Kota Jambi, terselip pembahasan serius mengenai masa depan pembangunan daerah, khususnya upaya mengatasi persoalan sampah melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Talang Gulo.
Dalam diskusi santai yang berlanjut saat sarapan bersama di Hello Sapa, Wali Kota Jambi memaparkan berbagai program prioritas daerah sekaligus komitmen penuh untuk mendukung agenda pembangunan nasional.
Sorotan utama tertuju pada proyek PSEL Talang Gulo yang belakangan menjadi perhatian publik. Kekhawatiran mengenai tingginya biaya tipping fee yang berpotensi membebani APBD Kota Jambi menjadi salah satu isu yang banyak dipertanyakan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wamendagri Bima Arya memberikan kabar yang melegakan. Ia menegaskan pemerintah pusat siap hadir untuk memastikan proyek strategis tersebut berjalan tanpa menjadi beban fiskal yang berat bagi daerah.
“Tentu hal ini sangat kita dukung dan prospeknya sangat bagus. Wali Kota Jambi juga sudah menjelaskan perencanaannya secara detail. Nantinya Kota Jambi akan bergabung dengan daerah sekitar dalam skema regional agar memenuhi syarat untuk masuk ke dalam program pusat melalui proyek PSEL ini,” ujar Bima Arya.
Menurutnya, penyelesaian persoalan sampah harus menjadi prioritas bersama karena menyangkut kualitas hidup masyarakat dan masa depan lingkungan perkotaan.
“Kami mendorong program pusat melalui PSEL ini agar dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan, persoalan sampah di Kota Jambi dapat diselesaikan secara menyeluruh,” tegasnya.
Lebih jauh, Bima Arya mengungkapkan adanya skema pembiayaan baru yang tengah disiapkan pemerintah pusat. Pendanaan proyek tidak lagi semata-mata mengandalkan APBD, melainkan melalui pola investasi yang lebih modern dan berkelanjutan.
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah dukungan investasi dari Danantara. Dengan syarat kesiapan lahan serta ketersediaan pasokan sampah minimal 1.000 ton per hari, investasi tersebut diyakini mampu mempercepat realisasi teknologi pengolahan sampah modern tanpa menguras keuangan daerah.
“Kalau investasi dari Danantara masuk, maka teknologi pengolahan sampah ini bisa berjalan tanpa membebani fiskal daerah. Ini menjadi solusi yang sangat menjanjikan,” jelasnya.
Kunjungan kerja Wamendagri ke Jambi juga menjadi momentum penting memperkuat koordinasi lintas pemerintahan. Gubernur Jambi turut hadir dalam rangkaian agenda yang berkaitan dengan persiapan Musrenbang RKPD Provinsi Jambi Tahun 2027.
Kehadiran pemerintah pusat, provinsi, dan kota dalam satu barisan dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan Jambi mendapat perhatian serius. Sinergi tersebut sangat penting untuk memastikan berbagai program strategis nasional dapat diwujudkan secara nyata di daerah.
Selain menghadiri agenda pemerintahan, Bima Arya juga dijadwalkan bertemu kalangan akademisi dan mahasiswa dalam kegiatan Bedah Buku di Universitas Jambi (UNJA) Mendalo.
Menariknya, kesederhanaan Wamendagri kembali terlihat saat menutup rangkaian agenda pagi tersebut. Alih-alih menggunakan kendaraan dinas eksklusif, ia memilih menaiki Bus Trans Bahagia bersama rombongan.
Langkah itu menjadi bentuk apresiasi langsung terhadap inovasi transportasi publik yang dikembangkan Pemerintah Kota Jambi. Dari balik jendela bus, Bima Arya mengamati denyut kehidupan masyarakat dan perkembangan kota dari sudut pandang yang berbeda.
Maraton pagi, diskusi investasi PSEL, hingga perjalanan menggunakan transportasi publik menjadi simbol kuat arah pembangunan Kota Jambi saat ini: bergerak cepat, didukung pembiayaan yang cerdas, serta tetap dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Jika seluruh rencana tersebut berjalan sesuai target, maka dalam beberapa tahun ke depan Kota Jambi tidak hanya dikenal sebagai kota yang nyaman dan maju, tetapi juga menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pengelolaan sampah modern berbasis energi ramah lingkungan.
