Promedianusantara.com, Jakarta — ​Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berhasil menarik perhatian luas dari media dan publik internasional setelah menutup pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan rangkaian salam lintas agama, termasuk ucapan “Om Shanti, Shanti, Om” (Hindu) dan “Shalom” (Ibrani/Yahudi).

​Momen penutup pidato yang menegaskan pesan perdamaian dan harmoni ini dengan cepat viral, memicu gelombang reaksi positif dari India hingga Israel, yang memuji sikap toleransi yang ditunjukkan oleh pemimpin negara mayoritas Muslim terbesar di dunia tersebut.

​Reaksi Media India: Simbol Toleransi Lintas Agama

​Media-media besar di India, seperti India Today dan The Times of India, secara khusus menyoroti penggunaan frasa “Om Shanti, Shanti, Om” yang merupakan doa tradisional Hindu untuk memohon kedamaian pada tiga tingkatan: fisik, mental, dan spiritual.

​Aksi ini dianggap sebagai penyampaian pesan kerukunan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. The Times of India bahkan melaporkan bahwa Prabowo mengakhiri pidatonya dengan serangkaian salam multireligi, meliputi salam dari tradisi Islam, Hindu, Yahudi, hingga Buddha.

​Di media sosial, warganet India membanjiri kolom komentar dengan pujian, menyebutkan bahwa sangat istimewa mendengar Presiden Indonesia mengucapkan “Om Shanti” di forum PBB, sebuah simbol nyata tingginya nilai toleransi Indonesia.

​Sorotan Media Israel: Kata ‘Shalom’ dan Pengakuan Bersyarat

​Tidak hanya di Asia, pidato Prabowo juga menjadi sorotan utama media-media di Israel. Mereka terutama menyoroti dua poin penting: ucapan “Shalom” dan pernyataan politiknya.

​Media Israel, seperti The Times of Israel dan The Jerusalem Post, menyoroti kata “Shalom” yang berarti damai, di akhir pidato Prabowo. Mereka menilai kata tersebut jarang diucapkan oleh pemimpin negara Muslim, menjadikannya sangat simbolis dan mengejutkan bagi publik Israel.

​Selain itu, media Israel juga menyoroti poin utama pidato Prabowo tentang solusi dua negara (Two-State Solution). Prabowo menyatakan bahwa Indonesia siap untuk mengakui negara Israel dan mendukung jaminan keamanannya, asalkan Israel terlebih dahulu mengakui kemerdekaan dan kedaulatan negara Palestina.

​Liputan media Israel menekankan dukungan kuat Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian. (*)