Jambi, promedianusantara.com – Wali Kota Maulana secara resmi mencanangkan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Selasa (4/3/2026). Kegiatan religius tersebut dihadiri sekitar 400 jamaah dari beragam majelis taklim se-Kota Jambi dan berlangsung penuh semangat kebersamaan.

Mengusung tema “Melalui Pesantren Ramadan Kita Perkuat Silaturahim dalam Membangun Keluarga Bahagia dan Qur’ani”, agenda ini menjadi ruang temu dan penguatan jaringan pengajian perempuan lintas organisasi. Suasana aula dipenuhi antusiasme peserta yang datang dengan satu semangat: memperdalam nilai keislaman sekaligus mempererat ukhuwah.

Dalam arahannya, Maulana menegaskan keseriusan Pemerintah Kota dalam membangun fondasi keluarga berbasis Al-Qur’an melalui optimalisasi peran majelis taklim. Ia menyebut, kekuatan ibu-ibu pengajian merupakan energi sosial yang besar dalam membentuk karakter generasi dan memperkokoh harmoni masyarakat.

Tak hanya itu, orang nomor satu di Kota Jambi tersebut juga mengumumkan gagasan baru bertajuk “Pengajian Bahagia”, sebuah forum kolaboratif yang akan diluncurkan usai Idulfitri. Konsepnya, seluruh elemen dakwah perempuan akan dihimpun dalam satu pertemuan rutin setiap bulan.

“Ke depan, kita satukan potensi dakwah ibu-ibu dalam satu wadah bersama. Ini akan menjadi kekuatan strategis untuk membangun peradaban keluarga yang kokoh,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah peserta.

Di sela agenda keagamaan, Maulana turut memaparkan sejumlah program prioritas daerah, terutama terkait penataan kebersihan dan peningkatan keamanan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa kualitas kehidupan keluarga sangat dipengaruhi oleh kondisi sekitar yang tertib dan nyaman.

Persoalan pengelolaan sampah, menurutnya, terus dibenahi melalui sistem pengangkutan langsung dari rumah ke rumah menggunakan kendaraan roda tiga (bentor). Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan kawasan permukiman yang lebih rapi dan sehat.

Selain itu, pemasangan kamera pemantau di tiap Rukun Tetangga dilakukan secara bertahap guna memperkuat pengawasan dan memberikan rasa tenteram bagi warga.

“Rumah tangga yang harmonis lahir dari lingkungan yang bersih dan kondusif. Spirit inilah yang ingin kita hadirkan melalui momentum Ramadan,” tegasnya.

Pesantren Ramadan tahun ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi titik tolak sinergi antara pemerintah dan komunitas keagamaan dalam mewujudkan Kota Jambi yang religius, tertib, serta berdaya saing.