Syawal Jadi Momentum Konsolidasi: Maulana Perkuat Peran RT, Kampung Bahagia Didorong Lebih Cepat
JAMBI,promedianusantara.com – Nuansa Syawal 1447 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kota Jambi untuk memperkuat barisan di tingkat akar rumput. Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, menghadiri silaturahmi dan Halalbihalal Forum Komunikasi Rukun Tetangga (FKRT) Kota Jambi di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota, Sabtu (4/4/2026).
Mengangkat tema “Bahagia Bersholawat”, kegiatan ini dihadiri para kepala OPD, camat, lurah, pengurus FKRT, hingga perwakilan Baznas. Lebih dari sekadar tradisi pasca-Idulfitri, forum ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah antara pemerintah dan ujung tombak pelayanan masyarakat—para Ketua RT.
Dalam arahannya, Maulana menegaskan bahwa peran RT tidak lagi sekadar administratif, tetapi telah menjadi penggerak utama keberhasilan program pembangunan di Kota Jambi. Ia menyebut, capaian positif daerah tidak lepas dari keterlibatan aktif para Ketua RT yang memastikan program pemerintah berjalan hingga ke lapisan paling bawah.
“Pertemuan ini bukan hanya silaturahmi, tapi juga upaya memperkuat koordinasi, terutama dalam mempercepat program unggulan seperti Kampung Bahagia,” tegasnya.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Maulana mengklaim Kota Jambi justru menunjukkan tren menggembirakan. Sejumlah indikator makro dinilai terus membaik, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang ditopang sektor kreatif, penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, hingga peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan pembangunan berbasis komunitas mampu memberikan dampak nyata. Ia pun optimistis, dengan semangat kebersamaan, kinerja ini dapat terus ditingkatkan.
Sementara itu, Ketua FKRT Kota Jambi, Suparyono, menyampaikan bahwa program Kampung Bahagia telah mengubah posisi RT menjadi aktor utama pembangunan. Ia menilai kepercayaan yang diberikan pemerintah merupakan langkah progresif yang jarang ditemui di daerah lain.
“Di Jambi, RT bukan hanya pelaksana, tapi juga perencana dan penggerak pembangunan. Ini yang membuat program kita mulai dilirik daerah lain,” ujarnya.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa konsep tersebut telah menarik perhatian daerah luar, termasuk Kota Bengkulu yang berencana mengadopsi pola serupa. Hal ini, menurutnya, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Jambi.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, mencerminkan semangat kebersamaan yang ingin terus dijaga. Momentum Syawal ini pun diharapkan mampu mempererat hubungan antarwarga sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Melalui forum ini, Pemerintah Kota Jambi kembali menegaskan komitmennya menjadikan RT sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas wilayah dan memastikan setiap program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
