DPRD Jambi Desak Layanan Bank Jambi Pulih Total Sebelum Gaji ASN Cair
Jambi,promedianusantara.com – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menegaskan pentingnya pemulihan penuh sistem layanan Bank Jambi sebelum pencairan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 1 Maret 2026. Hal itu disampaikan usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen bank dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi, Kamis (26/02/2026).
RDP tersebut digelar sebagai respons atas polemik hilangnya dana sejumlah nasabah yang diduga berkaitan dengan gangguan keamanan sistem digital perbankan. Insiden itu berdampak pada layanan, terutama fitur mobile banking yang sempat dihentikan sementara.
Kemas menyebut DPRD telah menerima penjelasan langsung terkait kejadian tersebut yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Ia mengapresiasi langkah cepat yang diambil pihak bank dan OJK dalam menangani persoalan, namun menegaskan pengawasan akan terus dilakukan hingga masalah benar-benar tuntas.
“Yang paling utama saat ini adalah memastikan layanan kembali normal. Jangan sampai masyarakat, terutama ASN yang akan menerima gaji awal Maret, terdampak,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa langkah penghentian sementara layanan digital merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk menelusuri sumber gangguan. Meski begitu, jumlah pasti nasabah yang terdampak masih menunggu hasil audit forensik.
“Kita tidak ingin berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan keluar. Namun yang jelas, pengembalian dana nasabah harus menjadi prioritas dan dilakukan secepat mungkin,” ujarnya.
DPRD Kota Jambi, lanjut Kemas, akan kembali memanggil manajemen Bank Jambi pada awal pekan mendatang guna memastikan progres penggantian dana nasabah.
Sementara itu, Kepala OJK Jambi, Yan Iswara Rosya, memastikan bahwa pihak bank telah berkomitmen penuh untuk mengembalikan dana yang hilang. OJK juga terus mengawal proses tersebut hingga selesai.
Menurutnya, saat ini upaya penelusuran dana masih berlangsung, termasuk koordinasi dengan pihak kepolisian dan lembaga terkait guna memperkuat investigasi.
Dari sisi manajemen, Direktur Treasury, IT, dan Digital Bank Jambi, Achmad Nunung, menyampaikan permohonan maaf kepada nasabah atas gangguan yang terjadi. Ia mengungkapkan bahwa pihak bank telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai langkah formal dalam penanganan kasus.
“Kami pastikan dalam waktu dekat proses penggantian dana akan dilakukan, setelah seluruh verifikasi selesai,” ujarnya.
Meski hingga kini pengembalian dana masih dalam tahap finalisasi, Bank Jambi menargetkan seluruh layanan sudah kembali optimal sebelum tanggal pencairan gaji ASN. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan transaksi sekaligus mencegah terjadinya antrean di kantor-kantor cabang.
Dengan situasi ini, perhatian publik kini tertuju pada kecepatan pemulihan sistem serta realisasi komitmen pengembalian dana nasabah, yang menjadi ujian penting bagi kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan daerah.
