KOTA JAMBI,promedianusantara.com – Komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan nyaman terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Melalui Diskusi Publik Pengelolaan Sampah yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu (13/6/2026), Program Operator Pengangkut Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) menjadi sorotan utama sebagai langkah strategis mengatasi persoalan sampah yang semakin kompleks di Kota Jambi.

Diskusi yang dihadiri akademisi, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa hingga perwakilan warga tersebut berlangsung dinamis. Berbagai masukan, dukungan, dan gagasan konstruktif mengemuka sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan kebersihan Kota Jambi.

Rektor Universitas Jambi, Prof. Helmi, menilai transformasi tata kelola sampah yang dilakukan Pemkot Jambi merupakan langkah visioner yang sejalan dengan kebutuhan kota yang terus berkembang. Menurutnya, persoalan sampah tidak lagi dapat dianggap sebagai masalah biasa, melainkan tantangan serius yang harus ditangani secara bersama-sama.

“Pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat yang semakin tinggi berdampak pada peningkatan volume sampah. Karena itu, inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Jambi melalui OPBM merupakan langkah tepat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan indah,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebersihan kota memiliki hubungan erat dengan sektor ekonomi, investasi, dan pariwisata. Kota yang bersih akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik daerah di mata wisatawan maupun investor.

“Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar program ini berhasil dan memberikan dampak nyata,” tambahnya.

Dukungan serupa juga disampaikan Pakar Lingkungan Universitas Jambi, Prof. Ir. Rosyani. Ia menilai OPBM tidak hanya berorientasi pada pengangkutan sampah, tetapi juga mampu mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.

Menurutnya, program ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran bahwa sampah bukan sekadar limbah yang harus dibuang, melainkan memiliki nilai manfaat bahkan nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

“Ini adalah pilihan bagi masyarakat, apakah ingin hidup di lingkungan yang bersih atau membiarkan lingkungan menjadi kotor. Kesadaran masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Jambi yang juga mantan Bupati Tanjung Jabung Barat, Usman Ermulan, memberikan apresiasi atas keberanian Pemerintah Kota Jambi melakukan penataan dan penutupan sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang selama ini dinilai mengganggu estetika kota.

Meski demikian, ia berharap kebijakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat tetap memperhatikan kondisi ekonomi warga kurang mampu.

“Kota Jambi harus bersih dan kita semua mendukung itu. Namun bagi masyarakat yang kurang mampu, perlu dipikirkan skema subsidi atau kebijakan khusus agar tidak merasa terbebani,” ujarnya.

Di sisi lain, warga juga menyambut baik kehadiran OPBM. Saprudin, warga RT 18 Kelurahan Mayang Mangurai, menilai program tersebut sebenarnya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Namun ia mengakui masih terdapat pro dan kontra yang muncul akibat kurangnya sosialisasi pada tahap awal pelaksanaan.

“Program ini sebenarnya bagus. Hanya saja masyarakat perlu diberikan pemahaman secara menyeluruh agar tidak terjadi kesalahpahaman,” katanya.

Menanggapi isu iuran sampah yang sempat menjadi perbincangan publik, Ketua Forum RT Kota Jambi, Suparyono, menegaskan bahwa besaran iuran tidak ditetapkan oleh pemerintah, melainkan hasil kesepakatan warga melalui musyawarah di masing-masing lingkungan.

Ia menjelaskan, sistem tersebut telah diterapkan di wilayahnya selama bertahun-tahun dan terbukti mampu menjaga kebersihan lingkungan tanpa memberatkan masyarakat.

“Besaran iuran disesuaikan dengan kemampuan warga dan diputuskan bersama. Prinsipnya adalah gotong royong demi lingkungan yang bersih dan sehat,” tegasnya.

Diskusi publik tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, RT, dan warga, Program OPBM diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengatasi darurat sampah sekaligus mewujudkan visi Kota Jambi sebagai kota yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi masyarakat, OPBM kini tidak hanya dipandang sebagai program pengangkutan sampah, melainkan sebuah gerakan bersama menuju perubahan budaya hidup bersih yang akan membawa manfaat besar bagi generasi mendatang.