JAMBI,promedianusantara.com – Kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RT 021, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, kini menjadi keluhan serius warga. Sistem pembuangan limbah rumah tangga yang seharusnya berfungsi dengan baik justru mengalami penyumbatan, sehingga limbah tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya.

Akibat permasalahan tersebut, puluhan warga harus menghadapi kesulitan dalam aktivitas sehari-hari. Saluran pembuangan yang tersumbat membuat limbah mengendap dan berpotensi menimbulkan persoalan kebersihan serta kesehatan lingkungan.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tanjung Sari, Sutiono, mengatakan kondisi tersebut sudah sangat mendesak untuk segera ditangani. Menurutnya, sedikitnya 51 kepala keluarga (KK) terdampak akibat tidak berfungsinya IPAL tersebut.

“IPAL ini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Saat ini ada sekitar 51 kepala keluarga yang mengalami gangguan karena saluran limbah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Jika tidak segera diperbaiki, kami khawatir dampaknya akan semakin luas terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Sutiono.

Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, warga tidak tinggal diam. Dengan semangat gotong royong, masyarakat berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya untuk melakukan perbaikan awal terhadap saluran IPAL yang mengalami kerusakan.

Namun, biaya yang berhasil dikumpulkan masih jauh dari kebutuhan perbaikan secara menyeluruh. Karena itu, masyarakat berharap adanya kepedulian dan dukungan dari Pemerintah Kota Jambi maupun instansi terkait agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan.

Warga menilai keberadaan IPAL merupakan fasilitas vital yang menunjang sanitasi lingkungan. Apabila kerusakan terus dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan pencemaran lingkungan, meningkatkan risiko penyakit, serta menurunkan kualitas hidup masyarakat.

Masyarakat RT 021 berharap pemerintah dapat segera melakukan peninjauan lapangan, mengalokasikan anggaran perbaikan, dan mengambil langkah cepat agar sistem IPAL kembali berfungsi normal. Dengan demikian, warga dapat kembali menikmati lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Semangat gotong royong yang telah ditunjukkan warga menjadi bukti bahwa masyarakat siap berpartisipasi dalam menjaga fasilitas umum. Kini, mereka menantikan hadirnya perhatian dan solusi nyata dari pemerintah agar persoalan IPAL yang telah lama dikeluhkan dapat segera teratasi.