Bank Jambi Beri Apresiasi Tinggi kepada Polda Jambi, Sindikat Pembobol Dana Nasabah Akhirnya Tertangkap
JAMBI,promedianusantara.com – Keberhasilan Polda Jambi mengungkap kasus pembobolan dana nasabah Bank Jambi oleh sindikat peretas (hacker) menjadi angin segar bagi dunia perbankan di Provinsi Jambi. Dalam pengungkapan kasus yang bermula dari serangan siber pada 12 Februari 2026 tersebut, aparat kepolisian tidak hanya berhasil menangkap para tersangka, tetapi juga menyelamatkan dana nasabah senilai Rp18,9 miliar.
Atas keberhasilan itu, Bank Jambi menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Polda Jambi beserta seluruh pihak yang telah bekerja keras mengusut tuntas kasus tersebut.
Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, mengatakan pengungkapan kasus ini menjadi bukti nyata komitmen aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan sektor perbankan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, kami mengapresiasi gerak cepat Polda Jambi dalam mengungkap kasus ini dan berhasil menetapkan para tersangka pembobolan dana nasabah. Sinergi yang baik antara aparat penegak hukum dan Bank Jambi menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan serta kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan,” ujar Khairul Suhairi.
Menurutnya, peristiwa serangan siber tersebut sempat berdampak terhadap sejumlah layanan digital Bank Jambi, terutama layanan mobile banking. Meski demikian, Bank Jambi bergerak cepat melakukan langkah-langkah pemulihan sehingga operasional pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Saat ini seluruh layanan di kantor cabang maupun jaringan ATM telah kembali beroperasi secara normal sehingga aktivitas transaksi masyarakat dapat dilayani tanpa hambatan.
“Untuk pelayanan operasional di kantor maupun layanan ATM, alhamdulillah saat ini telah berjalan dengan baik. Kami juga terus melakukan berbagai tahapan pemulihan agar layanan mobile banking dapat kembali beroperasi secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keamanan,” jelasnya.
Keamanan Digital Diperkuat
Khairul menegaskan bahwa proses pengaktifan kembali layanan digital dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Langkah tersebut dilakukan agar sistem yang digunakan memiliki standar keamanan yang jauh lebih kuat dibanding sebelumnya.
Bank Jambi, kata dia, tidak ingin sekadar memulihkan layanan, tetapi juga memastikan seluruh sistem teknologi informasi benar-benar terlindungi dari berbagai ancaman kejahatan siber di masa mendatang.
Berbagai evaluasi menyeluruh telah dilakukan, mulai dari peningkatan infrastruktur keamanan siber, penguatan sistem pengawasan digital, hingga penerapan berbagai langkah mitigasi sebagai bentuk perlindungan maksimal terhadap dana dan data nasabah.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem keamanan digital serta menghadirkan layanan terbaik bagi seluruh nasabah. Mohon doa dan dukungan masyarakat agar Bank Jambi dapat terus memberikan pelayanan yang aman, terpercaya, dan menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi,” tegasnya.
Momentum Memulihkan Kepercayaan Nasabah
Keberhasilan aparat kepolisian menangkap para pelaku sekaligus mengamankan sebagian besar dana hasil kejahatan dinilai menjadi momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Bank Jambi.
Manajemen optimistis, dengan terungkapnya kasus tersebut secara terang benderang, masyarakat akan semakin yakin menggunakan berbagai layanan Bank Jambi, baik transaksi melalui kantor cabang, jaringan ATM, maupun layanan digital yang saat ini tengah dipersiapkan untuk kembali beroperasi secara optimal.
Selain terus berinovasi dalam pelayanan, Bank Jambi juga memastikan perlindungan terhadap dana nasabah menjadi prioritas utama melalui investasi pada teknologi keamanan yang lebih modern dan sistem pengawasan yang semakin ketat.
Apresiasi untuk Seluruh Pihak
Di akhir pernyataannya, Khairul Suhairi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penanganan kasus tersebut, mulai dari Polda Jambi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, IASC, hingga berbagai pihak lainnya.
“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Jambi, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, IASC, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras hingga akhirnya para tersangka pembobolan dana nasabah Bank Jambi berhasil ditangkap. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang kuat mampu memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat,” tandasnya.
Dengan pengungkapan kasus ini, Bank Jambi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat keamanan sistem perbankan, meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga kepercayaan masyarakat sebagai bank kebanggaan Provinsi Jambi.
