JAMBI,promedianusantara.com – Komitmen pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan terus diperkuat. Hal itu terlihat saat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jambi, Jumat (5/6/2026), didampingi Gubernur Jambi Al Haris dan Wali Kota Jambi Maulana.

Kunjungan tersebut difokuskan pada peninjauan program Sekolah Rakyat, salah satu program unggulan Presiden RI yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh akses pendidikan berkualitas secara gratis dan berkelanjutan.

Rombongan meninjau langsung kegiatan belajar di Sentra Alyatama Jambi serta perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat Kota Jambi yang berlokasi di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo.

Dalam keterangannya, Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukanlah sekolah unggulan yang memilih siswa berdasarkan prestasi akademik, melainkan diperuntukkan khusus bagi anak-anak dari keluarga yang paling membutuhkan.

“Sekolah Rakyat ini adalah hadiah dari Bapak Presiden bagi keluarga yang belum beruntung. Anak-anak mereka diberi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang baik, lingkungan belajar yang berkualitas, serta pembinaan karakter yang kuat,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat menerapkan sistem boarding school atau sekolah berasrama, sehingga siswa mendapatkan pendampingan penuh selama 24 jam dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan karakter yang memadai.

Saat ini, program Sekolah Rakyat telah berjalan di 166 titik di seluruh Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Pemerintah juga masih membuka rekrutmen tenaga pendidik dan tenaga pendukung untuk memperkuat operasional sekolah tersebut.

Menurut Gus Ipul, perkembangan siswa Sekolah Rakyat di Jambi menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Setelah hampir satu tahun mengikuti pembelajaran, para siswa mengalami perubahan signifikan baik dari sisi kesehatan, kedisiplinan maupun kepercayaan diri.

“Anak-anak kita terlihat semakin percaya diri, lebih sehat, lebih disiplin, dan semakin nyaman mengikuti proses pembelajaran. Ini menunjukkan bahwa program ini berjalan ke arah yang sangat positif,” katanya.

Pada kesempatan itu, Menteri Sosial juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kota Jambi yang dinilai aktif mendukung realisasi program tersebut.

“Program ini tidak mungkin berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian, lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami mengapresiasi dukungan penuh dari Gubernur Jambi dan Wali Kota Jambi,” ujarnya.

Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat Kota Jambi di kawasan Bagan Pete terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Gus Ipul mengungkapkan pembangunan fisik telah mencapai sekitar 70 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026.

“Insya Allah akhir Juni selesai. Di lokasi ini nantinya akan belajar sekitar 1.000 siswa mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA yang berasal dari keluarga kurang mampu,” ungkapnya.

Di sisi lain, Wali Kota Jambi, Maulana, menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Jambi dalam menyukseskan program tersebut. Saat ini, proses pendataan dan seleksi calon peserta didik terus dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.

Menurut Maulana, Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi masyarakat kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak sekaligus membangun masa depan yang lebih baik.

“Pemerintah Kota Jambi mendukung penuh program ini. Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita dan meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pendidikan,” tegas Maulana.

Dengan progres pembangunan yang terus berjalan dan dukungan penuh dari pemerintah pusat maupun daerah, kehadiran Sekolah Rakyat di Kota Jambi diharapkan menjadi tonggak penting dalam menciptakan generasi unggul, berkarakter, dan mampu keluar dari lingkaran kemiskinan melalui jalur pendidikan.