Gubernur Jambi Al Haris ke Bali untuk menghadiri rapat terkait Koperasi Merah Putih
promedianusantara, Jambi – Satuan Tugas (Satgas) Nasional Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih menggelar rapat koordinasi nasional bersama seluruh gubernur di Bali pada hari ini Jumat (8/8/2025).
Dalam hal ini, Gubernur Jambi Al Haris ke Bali untuk menghadiri rapat terkait Koperasi Merah Putih. Namun, ia hadir dalam rapat koordinasi percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di Kota Jambi pada 28 Mei 2025. Rapat ini juga dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Yandri Susanto, dan Bupati Kerinci, Monadi.
Dalam rapat tersebut, Gubernur Al Haris menekankan pentingnya kesiapan administratif dan sinergi lintas sektor untuk mendukung percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih. Sementara itu, Menteri Yandri Susanto optimis bahwa seluruh desa di Provinsi Jambi akan berhasil membentuk koperasi.
Adapun Tujuan pembentukan Koperasi Merah Putih adalah untuk :
– Menguatkan ekonomi desa Melalui koperasi, desa dapat meningkatkan kemandirian ekonomi dan memperkuat posisi tawar masyarakat
– Menjalankan fungsi ekonomi masyarakat Koperasi Merah Putih dirancang untuk menjalankan berbagai fungsi ekonomi, seperti distribusi gas elpiji, pupuk, dan kebutuhan pokok lainnya.
– Mendukung Program Makan Bergizi Gratis Koperasi ini juga dapat menjadi pemasok bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis, seperti beras, sayur, daging, dan telur.
Dengan demikian, Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Ferry Juliantono mengatakan rapat tersebut bertujuan mengevaluasi pelaksanaan tahap awal atau mock-up operasional koperasi desa.
Dalam kesempatan itu, Ferry yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Agustus ini ditargetkan mulai operasional sekitar 10.000 Kopdes secara bertahap. Karena itu, koordinasi antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadi sangat penting,” ujar Ferry.
Menurut Ferry, tahapan operasional yang akan dimulai bulan ini mencakup pelatihan bagi pengurus Kopdes, pematangan aset yang akan dikelola serta finalisasi skema pembiayaan dan model bisnis koperasi desa(*) .
